Google, Facebook, Uber Wajib Bayar Pajak Tinggi Di Inggris

Posted on

Google, Facebook, Uber Wajib Bayar Pajak Tinggi Di Inggris

Konsultan Pajak Jakarta – Pemerintah Inggris sedang berupaya untuk dapat mengimplementasikan arih pajak supaya lebih besar terutama untuk perusahaan teknologi di Amerika Serikat yang aktif beroperasi. Rencananya, tarif pajak akaun mulai diaktifkan pada bulan April 2020 dan tarif pajak baru ini hanya akan berlaku bagi beberapa perusahaan seperti Facebook, Amazon dan Google.

Menteri Phillip Hammond menyampaikan jika tarif pajak yang diberlakukan untuk Google CS sebesar 2% dari jumlah pendapatan perusahaan yang beroperasi di Inggris. Dan dengan besarnya tarif pajak tersebut, diperkirakan jika pendapatan pajak di Inggris dapat meningkat sampai 400 juta pondsterling atau bila dikalkulasikan dengan dollar, akan mencapai US$ 10 juta tiap tahunnya.

Sekedar informasi, kondisi ini merupakan kondisi yang pertama kali terjadi di Inggris dan Inggris menargetkan jika perushaaan teknologi akan memberikan pemasukan yang cukup besar untuk kas negara. Pasalnya, perusahaan teknologi di Inggris tidak dipungut pajak yang besar.

Business insider Singapore memberikan laporan, bahwa sebagian besar perusahaan AS yang bergerak pada sektor teknologi memiliki aturan pajak yang sangat rumit. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut dengan sengaja membuat terus membuat anak perusahaan tepat di negara tempat mereka berbisnis supaya pajak yang harus dibayarkan ke negara tempat mereka berbisnis lebih rendah, contohnya adalah Facebook yang dengan sengaja membuat anak perusahaan tepat di Irlandia.

Selanjutnya, anak perusahaan di Inggris melaporkan besarnya pendapatan berdasarkan pada layanan yang telah disediakan perusahaan induk. Karena hal inilah, pendapatan yang diperoleh dan dicatat negara jauh lebih rendah sehingga pajak yang harus dibayarkan pun sama rendahnya.

Meskipun membuat penggunanya jauh lebih baik, namun hal ini jadi tantangan tersendiri terutama untuk otoritas pajak, contohnya berkaitan dengan sistem pajak yang telah diterapkan.

“Aturan yang terjadi selama ini tidak sejalan dengan proses perubahan model bisnis serta jelas tidak akan berkelanjutan maupun adil. Bahwa bisnis platform dapat menghasilkan nilai substansial yang baik di Inggris, tanpa adanya perusahaan teknologi melakukan pembayaran pajak” ungkapnya.

Hammond menambahkan jika tarif pajak yang baru ini akan diberlakukan hanya pada perusahaan teknologi AS dan selain Google atau Facebook, ada perusahan lainnya yang akan terdampak pajak seperti Uber dan Airbnb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *