Alasan Kenapa Bunga Edelweis Dilarang Dipetik

Toko Bunga Murah 24 Jam – Bunga edelweis atau yang biasa dikenal bersama nama bunga senduro (Anaphalis javanica) adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana yang hidup di pegunungan tinggi nusantara.

Edelweis merupakan bunga yang indah. Namun di balik keindahannya itu, bunga edelweis termasuk dilarang untuk dipetik. Berikut ini alasannya.

Bunga edelweis hanya mampu hidup di pegunungan

Bunga edelweis hidup di ketinggian 2.000 m dpl bersama area yang lembap dan bersuhu dingin. Jika bunga ini dipetik dan dibawa ke area yang beriklim berbeda, bunga dapat mati atau layu. Jika Anda memetik dan membawa bunga ini turun setelah Anda mendaki gunung, bunga edelweis mampu terancam punah.

Dilindungi oleh undang-undang

Edelweis merupakan bunga yang dilindungi oleh pemerintah cocok bersama Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem Pasal 33 ayat 1. Jika Anda mendapatkan bunga edelweis kala sedang mendaki gunung, sebaiknya tidak memetik bunga ini dikarenakan Anda dapat diberi sanksi berdasarkan undang-undang.

Termasuk bunga yang terancam punah

Di Gunung Bromo, bunga edelweis sudah dilaporkan punah. Satu-satunya area pertolongan terakhir bunga edelweis kala ini, yaitu di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Namun, di area ini termasuk sudah dilaporkan bahwa bunga edelweis sudah banyak dipetik oleh para pendaki.

Edelweis merupakan bunga yang abadi

Dibandingkan bersama bunga lain yang umumnya hanya bertahan hidup 1—2 tahun, bunga edelweis merupakan bunga yang amat unik dikarenakan miliki usia yang panjang. Bunga ini mampu bertahan hidup sepanjang 10 tahun. Umur bunga edelweis yang termasuk unik ini melahirkan ungkapan bunga abadi dari mulut para pendaki.

Membutuhkan kala yang lama untuk tumbuh

Bunga edelweis membutuhkan kala yang amat lama untuk tumbuh, sekitar 13 th. untuk tumbuh capai 20 cm. Oleh dikarenakan itu, tidak mengherankan ada banyak alasan di balik kenapa bunga ini dilarang dipetik mirip halnya bersama mengapa petani dilarang memanfaatkan pestisida kimia berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *