Pentingnya Kebiasaan Membaca Berita

 

Membaca berita sama pentingnya dengan membaca kitab dan mempunyai keuntungan yang paling besar. Bagi sejumlah orang, menjelajahi halaman demi halaman surat kabar di pagi hari sebelum mengawali aktitivitas, atau terbenam di dalam lautan informasi dalam surat kabar seraya ditemani oleh secangkir kopi pada senja hari telah menjadi kelaziman rutin yang tidak dapat ditinggalkan.

Kebiasaan menyimak berita bukan sekadar sebagai kegiatan untuk memenuhi waktu luang saja. Dibalik kegiatan yang simpel ini terbadapat guna yang paling besar. Berdasarkan keterangan dari American Press Institute, berita adalahbagian dari komunikasi yang dapat menyerahkan informasi tentang sebuah kejadian atau isu yang terjadi di dunia.

Berita meluangkan informasi untuk masyarakat yang mereka butuhkan untuk menciptakan keputusan tentang kehidupan sehari-hari. Berita dapat diciptakan menarik atau bahkan mengasyikkan untuk dibaca. Namun destinasi utama dari suatu Berita Maluku ialah alat untuk meningkatkan pengetahuan dari pembacanya.

Jurnalis asal Amerika Serikat, Ida Tarbell pernah menjelaskan tentang peran berita sebagai sumber informasi yang penting untuk pembacanya. “Manusia menyimak berita sebab mereka mempunyai prinsip dan destinasi yang hendak dicapai. Mendapatkan kenyataan dari berita dapat menolong tujuan tersebut,” tulisnya.

Kebiasaan menyimak berita dari surat kabar maupun menyimak pada lazimnya perlahan-lahan mulai berkurang seiring dengan kehadiran internet. Membaca koran kini sudah tidak lagi kebiasaan yang dilaksanakan oleh generasi muda. Untuk mengisi rasa hendak tahu serta untuk meningkatkan pengetahuan, generasi muda ingin untuk memakai internet dibanding media massa konvensional laksana surat kabar.

Berdasarkan keterangan dari survey yang dilaksanakan oleh American Press Institute, generasi milenial (generasi yang bermunculan pada mula 1980 sampai mula 2000) memiliki kelaziman membaca berita yang lebih kecil dikomparasikan dengan kelompok orang berumur 45 tahun ke atas.

Kebiasaan menyimak berita ini mulai diganti dengan kelaziman dalam memakai internet dan sosial media guna medapatkan berita. Kesulitan guna mendapatkan sumber yang dapat diandalkan serta tak mau berlama-lama guna mencari, mayoritas pemakai internet ini menemukan berita serta informasi teranyar dari sosial media yang kadang kredibilitas kabarnya dipertanyakan.

Mengutip tulisan “The Threat of Real News and Why We Need It” yang ditulis oleh pakar media Glenn Habrooks, ia mengatakan andai kehadiran sosial media ini memengaruhi perilaku generasi muda dalam menemukan informasi.

“Kini anak-anak muda sudah dibombardir dengan informasi dari social media serta dari sumber lain, sampai-sampai mereka berpikir tidak memerlukan berita yang kredibel. Memilih guna tidak menemukan informasi dari sumber yang terpercaya mempunyai efek yang paling buruk, tidak melulu untuk indsutri media namun untuk masyarakat juga,” tulisnya.

Arus informasi yang paling cepat dan tidak terbatas yang ada di jaringan internet, bilamana tidak dipilah dengan baik, maka pembaca akan terbenam dalam banjir informasi yang tidak akan menyerahkan pengaruh yang positif untuk pembacanya.

Untuk meminimalisir banjir informasi dalam di internet serta menyerahkan kemudahan untuk pemakai guna mendapatan berita dari sumber yang terpercaya, sekarang hadir software kurasi berita, Kurio. Kehadiran Kurio dalam era internet ketika ini berperan sebagai jembatan antara informasi dengan dengan pembacanya. Tim kurasi Kurio secara manual yang ditolong dengan mesin berjuang untuk mimilih serta memilah berita yang pantas dan urgen untuk dibaca. Dengan begini, Kurio memastikan bahwa berita atau informasi yang terdapat di Kurio ini berasal sumber yang kredibilitas dan bisa dipercaya. Kehadiran Kurio di tengah pertumbuhan internet diinginkan dapat menjadi pemicu untuk generasi muda guna mulai pulang menanamkan kelaziman membaca pada kehidupan sehari-harinya.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *